Senin, 03 November 2008

Mengatasi Stres sewaktu ujian

Stres dan kecemasan merupakan masalah yang sering di alami sebagian besar mahasiswa, tetapi adapula yang tidak memberikan perhatian khusus pada ujian. Bagi mahasiswa yang mengalami stress , hasil ujian mungkin tidak optimal sesuai dengan persiapannya karena stress dan kecemasan yang cukup berat sehingga sudah mengganggu. Kedua sikap tersebut tentulah kurang positif. Menghadapi ujian merupakan bagian dari proses belajar. Sedikit stress dan kecemasan itu wajar saja dan di alami banyak orang. Itu pertanda positif, yang menunjukkan bahwa seseorang memandang ujian itu sebagai bagian yang penting, sehingga mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian tersebut. Selain itu sedikit stress dapat meningkatkan kinerja seseorang menjawab pertanyaan yang diberikan dosen.
Target yang terlalu melambung tinggi juga tidak jarang malah kontraproduktif jika tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Yang perlu dilakukan apabila hasil yang diperoleh kurang memuaskan ialah mengevaluasi di mana kelemahan yang mungkin masih ada. Jika memang target yang ditetapkan terlalu tinggi, sesuaikan saja. Tetapkan saja target yang realistis. Orang mengatakan ”Dont be too hard on yourself”. Seseorang hendaknya tidak mengharap terlalu banyak dari diriya sendiri. Dia juga perlu menghargai apa yang telah dicapai walaupun mungkin tidak tergolong luar biasa. Yang penting, bagaimana dia belajar dari pengalaman atau kegagalan sehingga pada waktu yang akan datang dapat dicapai lebih baik.

Selasa, 21 Oktober 2008

My Love Story 2

Awal bulan Januari tahun itulah hari pembuka bagi hubungan kami. Engkau sering datang ke rumah saat aku pulang liburan. Dan di antara kunjungan itu aku tunggu ungkapan hatimu untukku.Seiring bergantinya sabit menjadi purnama. Tetapi tidak dengan status hubungan kami. Tidak pernah aku mendengar ungkapan “aku menyayangimu, meski selama ini aku tidak mengungkapkan rasa ini padamu” atau ungkapan apalah yang menunjukkan perasaannya padaku. Mungkin bagimu perasaan cinta hanyalah sebuah ungkapan verbal yang tidak penting di ungkapkan. Justru yang lebih bermakna adalah bagaimana cinta itu di konkritkan. Setelah sekian lama bersama, di dalam hati ini hadir suatu sensasi yang tidak pernah ku duga sebelumnya akan terwujud . Diriku benar-benar falling love. Meski dulu dengan angkuh aku tidak mau mengakui bahwa engkau benar-benar berarti. Tetapi kini engkau benar-benar menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupku.

BOGOR

Bila orang menyebut kota Bogor, yang ada dalam benak kita udaranya sejuk, talesnya yang gurih atau roti unyilnya yang terkenal. Tetapi kini kota bogor lebih dari yang kita bayangkan. Kota dengan julukan kota hujan ini menawarkan ragam pilihan bagi mereka yang hobi traveling and shooping

Di bogor ada pusat perbelanjaan untuk mempersiapkan sebuah acara pernikahan, yang terletak di sekitar Jalan Raya Tajur. Banyak pilihan tempat yang bisa kita masuki untuk sekedar membeli barang hantaran, makanan dan kudapan saat pesta, sampai bunga-bunga untuk memeriahkan jalannya acara. Saat kita memasuki Jalan Raya Tajur, deretan pusat perbelanjaan terlihat memadati sepanjang sisi jalannya. Mulai dari toko-toko sepatu, tas, pakaian, maupun aneka makanan dengan mudah bisa kita dapatkan. Beragam model dan merek tas di pasarkan dengan harga cukup ”miring”, mulai Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu. Untuk sepatu pengantin atau selop pengantin harganya Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu.
Empat kilometer lurus dari Jalan Raya Tajur kita juga akan menemukan deretan factory outlet yang menawarkan bermacam-macam produk tas, sepatu maupun pakaian. Daerah ini di kenal sebagai ”Bandungnya” kota bogor. Kerena semua produk fesyen yang ada di Bandung bisa kita temukan di sini tentunya dengan kualitas dan harga yang sama.
Juga yang menarik di Jalan Raya Tajur ini adalah umumnya masih mempertahankan bentuk bangunan lama yaitu bangunan dengan gaya arsitektur belanda. Lelah ”cuci mata” di factory outlet, kita bisa mengisi perut dengan Makaroni Panggang yang lokasinya tidak jauh dari Jalan Raya Pandjajaran.
Kita juga bisa singgah di Jalan Sukasari Bogor, di sini banyak di jaul roti unyil yang lezat dan gurih atau asinan bogor yang asam-asam pedas. Roti Unyil venus di peroleh dengan harga Rp 1000 perbuah dengan aneka rasa pisang, keju, coklat atau jagung. Sedangkan asinan dapat diperoleh dengan harga Rp 6000 setiap bungkusnya. Selain itu ada juga berbagai macam makanan khas bogor lainnya, seperti tales bogor, pisang tanduk, dan buah tembolok.
Berbagai macam bunga bisa diperolah di jalan Surya Kencana persis di depan pintu masuk Kebun Raya Bogor. Bunga mawar, gladiol, edap malam, aster atau anggrek di tawarkan dengan harga yang cukup murah. Satu tangkai bunga mawar dapat diperoleh seharga Rp 5 ribu, atau jika anda membelinya satu bungkus yang berisi 20 batang bunga mawar akan memperoleh harga yang jauh lebih murah yaitu seharga Rp 25 ribu hingga 30 ribu.

Kalo traveling ke jawa, jangan lupa mampir ke Bogor ya!

My Love Story

Bogor, 30 Juni 2008
Jomblo. Itulah yang aku alami beberapa tahun ini. Aku memandang langit-langit kamar. Hatiku terasa sepi, seperti terkurung dalam ruangan terisolasi. Sudah beberapa hari ini aku terus-menerus mengingat kembali waktu tiga tahun yang lalu. Tepatnya tahun 2005. Aku mengenalmu di kapal sewaktu pulang ke kota asal setelah selesai S1. Kebetulan, kita dulu teman SMP. Mungkin itulah alasan mengapa aku jadi dekat denganmu. Engkau banyak membantu dan menjagaku sewaktu di kapal. Aku sangat yakin saat itu engkau hanya menganggapku teman.
Semenjak pertemuan itu, hubungan kami semakin dekat. Kalau dia bekerja siang, dia suka datang ke rumahku. Saat itu aku tidak punya firasat apapun mengenai apa yang akan terjadi kemudian. Tepatnya tanggal 17 Juli 2005, engkau menelponku. Engkau mengatakan ingin aku menjadi pacarmu. Aku betul-betul sangat bahagia saat itu. Bagaimana tidak entah apa yang dilihatnya dari seorang aku. Tapi yang jelas aku langsung menerimanya saat itu juga. Masa sih aku mau melepas kebahagiaan yang datang dengan tiba-tiba begitu saja? Peristiwa itu adalah salah satu keajaiban dalam hidupku. Aku sangat bahagia.
Kami pacaran selama sebulan. Banyak sekali hal indah yang kami lalui bersama. Juga sangat banyak hal yang menyakitkan. Tapi bukankah dalam setiap hubungan memang seperti itu??? Tidak ada yang dapat menggantikan kenangan indah yang ku alami bersamanya, hal-hal indah yang sepertinya tidak akan bisa terulang kembali...Sekarang hal-hal indah tersebut terasa sangat menyakitkan karena kami telah lama berpisah. Kami putus di akhir bulan Agustus 2005. Putus dengan sebab yang sangat sepele. Karena keegoisanku sendiri. Padahal aku sangat menyayanginya. Dan aku baru merasakan itu, ketika aku sudah tidak lagi merasakan keberadaannya di dekatku.
Tak terasa bulan berganti nama, tahun pun berganti kisah. Sekarang sudah tahun 2008. Bulan Juli sebentar lagi datang. Aku sangat berharap kebahagiaan akan segera datang. Apapun bentuk kebahagiaan itu...Semoga saja.


Spesial tuk ”Someone” yang jauh
”Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kita harus membiarkannya pergi.”

Waspadah Tsunami Di Sulawesi Tenggara

Tsunami adalah gelombang yang disebabkan oleh gempa bumi dengan pusat gempa di kawasan laut. Sifat utama dari tsunami ini dapat dibedakan atas 2 yaitu untuk perairan dalam (>200m) dan untuk perairan dangkal (<200m). Pada perairan dalam tergantung dari panjang gelombang yang relative panjang, tinggi gelombang relative rendah dan kecepatannya tinggi sedangkan untuk perairan dangkal, panjang gelombang relative pendek, tinggi gelombang relative tinggi dan kecepatan rendah. Untuk panjang gelombang lagi sangat tergantung dari kedalaman laut, bentuk dasar laut serta bentuk pantai dan lain sebagainya.
Wilayah Indonesia merupakan salah satu wilayah di dunia yang berpotensi tinggi terkena bencana tsunami. Hal ini disebabkan karena posisi Indonesia yang terletak dipertemuan 3 lempeng bumi, yakni lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan lempeng pasifik, yang menjadikannya sebagai wilayah aktivitas gempa tektonik. Dan sejarah menunjukkan bahwa 90% tsunami di Indonesia dibangkitkan oleh gempa taktonik.
Beberapa bencana tsunami yang pernah terjadi di Indonesia antara lain propinsi maluku tahun 1965 di seram dan 1998 di Taliabu; Sulawesi selatan tahun 1967 di Tinambung dan 1969 di Majene; Sulawesi tengah tahun 1968 di Tambu dan 1996 dai Palu; Nusa Tenggara Timur tahun 1977 di sumba; 1982 di larantuka dan 1992 di Flores; Jawa timur tahun 1994 di Banyuwangi dan Irianjaya tahun 1996 di Biak. Tsunami di Flores tahun 1992 merupakan salah satu tsunami yang menyebabkan korban dan kerusakan paling hebat. Tercatat 1690 orang meninggal dunia dan 18.000 tempat tinggal hancur. Tsunami ini dibangkitkan oleh gempabumi dengan magnitude 7,5 SK, pusat gempa sekitar 35 km baratdaya Maumere.
Gelombang tsunami biasanya merupakan gelombang panjang bergerak secara tunggal maupun dalam group dari daerah pembangkitan ke segala arah menuju pantai. Bentuk gelombang tsunami sangat dipengaruhi oleh faktor penyebab terjadinya. Pada gelombang tsunami yang diakibatkan oleh dislokasi misalnya, bergeraknya permukaan bumi kedalam (turun) berakibat pada gelombang tsunami yang mempunyai lembah lebih besar daripada puncaknya. Sebaliknya pergerakan permukaan bumi ke atas (timbul), menyebabkan gelombang tsunami yang mempunyai puncak tinggi yang mungkin diikuti oleh lembah yang relative kecil. Bentuk gelombang tsunami akan lebih kompleks jika kejadian dislokasi tidak sekaligus tetapi bertahap dengan arah dan kecepatan yang bervariasi.
Tinggi gelombang tsunami ketika mencapai pantai dipengaruhi terutama oleh factor-faktor jarak pantai terhadap pusat pembangkitan tsunami dan morfologi pantai. Dalam kaitannya dengan morfologi pantai, tampang vertical maupun horizontal sama-sama memberikan pengaruh yang signifikan. Tampangvertikal, umumnya direpresentasikan sebagai kemiringan (slope) pantai, memberikan pengaruh dalam hal gesekan dasar pantai terhadap massa air gelombang. Masih dalam kaitan tampang vertical, komposisi dan jenis tutupan lahan juga memiliki pengaruh yang besar terhadap perambatan tsunami di pantai. Bangunan, tanaman pantai, tambak, atau lahan pertanian,masing-masing akan memberikan efek redaman yang berbeda. Demikian pula kerapatan bangunan atau tanaman tersebut. Sementara itu, tampang horizontal sangat berpengaruh terhadap arah rambatan dan konsentrasi energi gelombang. Pada morfologi pantai yang menyempit, seperti teluk dan sungai, akan terjadi peningkatan kecepatan dan elevasi muka air yang signifikan karena debit yang sama tiba-tiba harus menjalar melalui tampang aliran yang menyempit. Setelah terbentuk, gelombang tsunami akan bergerak menjalar ke segala arah yang dimungkinkan.
Sulawesi Tenggara terletak jauh dari pengaruh lempeng Indo-Australia (Zone Subduction active) akan tetapi, apabila terjadi gempa tektonik pada zona tersebut dan menimbulkan tsunami memungkinkan dapat berimbas pada daerah-daerah yang berhadapan langsung dengan laut terbuka diantaranya adalah Kabupaten Wakatobi, Pesisir timur pulau buton, Pulau Sioumpu, Kadatua, Batu atas, Batauga dan sekitarnya, Pesisir selatan pulau muna, Pesisir selatan, timur dan barat pulau kabaena, Boepinang dan sekitarnya, Pesisir barat Kolaka, Kolaka utara, Pesisir timur dan utara pulau Wowonii, Pesisir pantai Toronipa, Pantai laasolo hingga pantai asera.
Mengingat posisi sultra yang terdapat beberapa sesar antara lain sesar wowonii, sesar lasolo, sesar kolono, sesar kolaka, dan beberapa lainnya di pulau buton dan kabaena yang sewaktu-waktu dapat aktif. Tetapi bila dihubungkan dengan pemicu terjadinya tsunami, berdasarkan teori, gelombang tsunami akan terjadi salah satunya karena gempa tektonik yang berpusat dilaut dengan kekuatan > 6,5 SR. Gempa tektonik yang terjadi di sultra tidak pernah lebih dari 6 skala richter.
Gelombang tsunami telah banyak menelan korban harta benda dan jiwa. Sebagai suatu bencana alam, tsunami terjadi tanpa dapat dicegah oleh manusia. Oleh karena itu, usaha yang dilakukan oleh manusia hingga kini adalah menghindarinya maupun dengan membuat berbagai benteng perlindungan untuk mengamankan diri. Salah satu usaha untuk mengurangi dampak kehancuran dari tsunami dengan melakukan perlindungan daerah pantai salah satunya dengan mangrove.
Di Indonesia, tidaklah mudah melakukan pencegahan bencana tsunami dengan membangun tembok laut atau breakwater untuk keseluruhan pantai seperti di jepang mengingat adanya keterbatasan dana. Pembangunan tembok laut dan breakerwater ini biasanya memerlukan biaya yang sangat besar. Disamping itu juga mengakibatkan terputusnya ekosistem darat dan laut bagi hewan atau tumbuhan yang hidup di daerah pesisir. Penduduk yang tinggal dibelakang bangunan merasa tidak nyaman, baik dari segi kemudahan akses maupun dari segi psikilogis dimana penduduk merasa dipenjara.
Pemanfaatan pola-pola vegetasi dapat digunakan sebagai pelindung pantai untuk mereduksi limpasan tsunami. Sehingga diharapkan penataan pola-pola vegetasi dapat berfungsi ganda sebagai unsur keindahan juga sebagai pelindung untuk mereduksi limpasan tsunami. Penggunaan vegetasi mangrove dan pohon kelapa dapat digunakan disesuaikan dengan karakteristik tanah setiap kawasan. Selain itu ada beberapa jenis vegetasi/tanaman yang dominan dan mudah diketemukan pada daerah pesisir antara lain:
1. Kelapa (Cocos nucifera) juga berfungsi sebagai elemen pengarah
2. Cemara laut (Casuarinas equisetifolia) juga berfungsi sebagai elemen pengarah.
3. waru laut (Hibiscus tiliaceus) juga berfungsi sebagai elemen peneduh
4. Ketapang (Terminalia cattapa) juga berfungsi sebagai elemen peneduh

Efektivitas mangrove dalam meredam tsunami berkaitan dengan jenis pohon, kerapatan rumpun, lebar rumpun pada arah gelombang datang, susunan tanaman dalam rumpun dan kelenturan tanaman. Berdasarkan hasil pengujian Istiyanto,dkk, menunjukkan bahwa rumpun mangrove (Rhizophora) memantulkan, meneruskan dan menyerap energi gelombang tsunami. Ketika tsunami mencapai di perairan pantai yang berpelindung mangrove, tsunami akan menerobos celah-celah akar, batang, ranting dan daun mangrove, sehingga tsunami akan diredam. Secara umum keberadaan mangrove (Bakau) mengurangi besarnya limpasan tsunami di pantai. Area mangrove setebal 10 cm menurunkan tinggi limpasan rata-rata sebesar 2,3%, sedangkan area mangrove setebal 20cm mengurangi limpasan sebesar 5,08%.
Akhirnya, dengan memahami fenomena alam ini maka kita akan mampu bersahabat dengannya. Kiranya tsunami tidak lagi menjadi momok yang menakutkan tetapi mampu untuk dikenali, dipahami, dan dicarikan cara yang tepat untuk mengendalikannya atau menghindar darinya. Apapun yang telah dirasakan dan telah dilalui, menjadi kewajiban kita memanfaatkan semua kemampuan yang kita miliki untuk selalu berjaga-jaga